Rabu, 27 Juni 2012

Hadits arba'in nawawi ke-37. PAHALA KEBAIKAN.

Dari ibnu abbas radiyallahu anhuma, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau riwayatkan dari Rabbnya Tabaaraka wa Ta'alaa, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian menerangkannya. Barangsiapa bermaksud mengerjakan kebaikan kemudian tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia bermaksud mengerjakan kemudian benar2 mengerjakannya, maka Allah mencatat nilai kbaikan itu 10x sampai 700x lipat, bahkan berlipat ganda lagi. Dan jika ia bermaksud melakukan kejahatan, tetapi ia tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat disisi-NYA satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia bermaksud mengerjakan kejahatan, lalu benar2 mengerjakannya, maka Allah mencatat baginya satu kejahatan."
(HR.bukhari muslim dlm 2 kitab shahihnya dg lafal speti ini)

-->MAKA PERHATIKANLAH WAHAI SAUDARAKU -Semoga Allah memberikan taufiq kpd kita smua -AKAN BESARNYA KASIH SAYANG ALLAH, DAN PERHATIKANLAH LAFAL LAFAL DALAM HADITS INI.
Sabdanya "disisinya"
-->menunjukan perhatian Allah yg sangat besar.
Dan sabdanya "sempurna"
-->adalah untuk menguatkan dan menekankan besarnya perhatian mengenainya.
Sabdanya "kejahatan yang ia berniat mengerjakanya, tetapi tidak jadi mengerjakanya, ditulis Allah satu kebaikan yg sempurna" beliau menguatkan dengan kata "sempurna" . Akan tetapi jika ia mengerjakanya "ALLAH menulisnya sebagai satu kejahatan"
beliau menekankan sedikitnya dengan kata "satu " tanpa menegaskan dengan kata "sempurna".
Maka , segala puji dan karunia adalah milik Allah, Maha Suci Dia, kita tidak mampu menghitung pujian bagi-NYA dan hanya Allah yg memberi taufiq.

-->sumber: 100%copas matan hadits arbain nawawi . Hadits ke 37.
 
penjelasan syarah dari hadits ke 37:::: Bertekad Kuat dan Hukumnya
Seseorang yang bertekad kuat untuk mengamalkan sesuatu, tidak akan terlepas dari enam keadaan berikut ini:

Bertekad dalam kebaikan dan mengamalkannya. Baginya pahala sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat bahkan sampai tak berhingga.

Bertekad dalam kebaikan dan batal mengamalkannya. Baginya pahala satu kebaikan.

Bertekad dalam kejelekan dan mengamalkannya. Baginya dosa satu kejelekan.

Bertekad dalam kejelekan dan gagal mengamalkannya karena terhalang sesuatu. Baginya dosa satu kejelekan.

Bertekad dalam kejelekan dan membatalkannya karena Alloh. Baginya pahala satu kebaikan.

Bertekad dalam kejelekan dan batal mengamalkannya karena hilang selera, misalnya. Baginya tidak pahala dan tidak juga dosa. Waallahu ta'ala allam...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar