Jumat, 17 Mei 2013

Definisi Sunnah


Syariat yang telah sempurna ini adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam makna umum. Adapun sunnah itu sendiri, terbagi menjadi empat definisi:

Pertama
Sesungguhnya, segala sesuatu yang terdapat di dalam Al-Kitab (Al-Quran –pen) dan As-Sunnah (hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia merupakan sebuah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara contoh definisi ini adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

((مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ))

“Barangsiapa yang menolak sunnahku maka dia bukanlah bagian dariku.” (H.R. Bukhari [5063] dan Muslim [1401])

Minggu, 05 Mei 2013

TANDA-TANDA KEMATIAN PADA HARI KE-100, 40, 7, 3 & 1 MENJELANG KEMATIAN SESEORANG ▬▬►DUSTA!!

(Dijawab oleh: Pembina BB Group Majlis Hadits)

Pertanyaan :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

Ustadz..
Ini ada pertanyaan dari أختي Dewi bs, member Majlis Hadits Akhwat 23 :

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Rabu, 20 Maret 2013

# Ada Apa Dengan Tidur Sepanjang Malam ?? #

Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda:

"Setan mengikat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian, pada setiap ikatan ia membisikkan; malam masih panjang, maka tidurlah dengan nyenyak!." Dan satu kali ia mengatakan: "pada setiap ikatan ia membisikkan kepadanya; malam masih panjang!." Beliau berkata:

"jika ia terbangun lalu berdzikir(berdo'a) kepada Allah `Azza wa Jalla maka terurailah satu ikatan,

lalu jika ia berwudhu maka terurailah dua ikatan,

dan jika ia melaksanakan shalat maka terurailah ketiga ikatan itu dan ia akan menyongsong esok hari dengan hati yang lapang dan semangat membara,

namun jika ia tidak (melakukan hal itu) maka keesokan harinya ia akan merasakan kesempitan hati dan kemalasan."(HR. Ahmad 7007)

Selasa, 19 Februari 2013

lelah yang barokah


Perhatikanlah, kemana dan bagaimana kita menghabiskan waktu dan tenaga kita.

adakah keduanya membayar kita dengan pengganti berupa pahala dan ridha Allah?


ata
u keduanya hanya terbuang sia sia tak memberi manfaat sedikitpun?

atau justru memperparah keadaan lelah kita dengan tambahan dosa dan murka Allah?

jadikanlah LELAH kita barokah, sehingga Allah mengganti dengan yang jauh lebih baik, sebagaimana yang telah disebutkan dalam banyak firmanNYA .

Lelah yang barokah yaitu lelah yang mendatangkan barokah yaitu:

Rabu, 13 Februari 2013

TAK ADA BEDANYA SHALAT WANITA DAN LAKI-LAKI

Semua cara shalatnya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berlaku semua bagi laki-laki dan perempuan. Tidak ada keterangan dari sunnah yang menerangkan adanya kekhususan cara shalat bagi perempuan yang berbeda dengan cara yang berlaku untuk laki-laki. Bahkan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang menyatakan, "Shalatlah kalian seperti melihat aku shalat", berlaku secara umum dan mencakup kaum perempuan. Ibrahim an-Nakh'i menyatakan, 'Dalam shalat, wanita melakukannya sama dengan yang dilakukan oleh laki-laki.' HR. Ibnu Abi Syaibah 1/75 dengan sanad shahih.

[Syaikh al Albani rahimahullaah dalam Sifah ash-Shalah 189]


Jumat, 08 Februari 2013

mukhlis


Bagaimana Aku Menjadi Orang Yang Mukhlis Dalam Setiap Amalku

Setan senantiasa menghadang langkah manusia untuk merusak amal shalih mereka, dan seorang mukmin akan senantiasa dalam jihad melawan iblis musuhnya hingga ia berjumpa dengan Rabb- Nya kelak dalam keadaan beriman dan ikhlas semata karena-Nya dalam setiap amalnya. Diantara hal-hal yang dapat menimbulkan keikhlasan adalah:

Minggu, 03 Februari 2013

Pemikiran manusia yang mengutamakan dunia ketimbang akhiratnya sungguh berbeda dengan mereka yang mementingkan akhiratnya..

Mereka yang mencintai dunia hanya berpikir bahwa...
- Ingin cantik, butuh uang
- Ingin baju bagus, butuh uang
- Ingin makanan enak, butuh uang
- Ingin jalan2, butuh uang
- Masuk penjara juga karena uang
- Suami bertengkar dengan istri, karena uang
- Gak bisa ke dokter hingga akhirnya meninggal, karena uang

Intinya UANG...

Astaghfirullah Adziim...

Padahal sungguh semua terjadi hanya karena kehendak Allah, bukan karena uang. Yang ada hanya ikhtiar untuk mencukupi hidup keluarganya, bukan dengan hidup bermewah-mewah. Jikalau Allah menguji kita dengan harta yang berlimpah, hendaknya kita bisa menabungnya untuk kelak di akhirat, tentunya sebagai penambah timbangan amal kebaikan disana.

"Nikmat itu letaknya dalam rasa syukur, bukan dalam kemewahan"