Shalih Al-Murri pernah berkata kepada 'Atha' As-Salimi:
"Apakah yang engkau inginkan?"
Lalu beliau menangis dan berkata:
"Wahai Abu Bisyr, demi Allah, ingin sekali aku menjadi debu yang tidak ada gunanya, ia TIDAK DIKUMPULKAN DI DUNIA MAUPUN DI AKHIRAT."
Lalu Shalih berkata:
"Demi Allah, ucapan itu membuatku menangis, dan aku tahu yang dia inginkan hanyalah SELAMAT DARI SULITNYA HARI PERHITUNGAN NANTI."
Diriwayatkan dari Samir ar-Rayyahi dari bapaknya, beliau berkata:
"Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhu MINUM AIR DINGIN lalu MENANGIS, sehingga tangisannya SEMAKIN KERAS. Kemudian beliau ditanya:
"Apakah yang menjadikan engkau menangis?"
Beliau menjawab:
"Aku mengingat SATU AYAT di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbunyi:
وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ
"Dan DIHALANGI antara mereka dengan apa yang mereka inginkan..." (Saba: 54)
Dari ayat ini aku tahu bahwasanya penghuni Neraka tidak memiliki keinginan yang melebihi keinginan mereka akan AIR DINGIN..."
(Shifaatush Shafwah, Ibnul Jauzi. Dikutip dari Jawaahiru Shifatish Shafwah, edisi Indonesia: Teladan Hidup Orang-orang Pilihan, penerbit Pustaka Ibnu Katsir)
Selasa, 23 Juli 2013
Sabtu, 20 Juli 2013
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar lalu menyeru dgn suara yang lantang:
يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الْإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لَا تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
“Wahai sekalian orang yang hanya berislam dgn lisannya namun keimanan belum tertancap di dlm hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan pula kalian memperolok mereka, & jangan pula kalian menelusuri.mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, & barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah niscaya Allah akan mempermalukan dia meskipun dia berada di dlm rumahnya sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 & At-Tirmizi no. 2032)
يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الْإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لَا تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
“Wahai sekalian orang yang hanya berislam dgn lisannya namun keimanan belum tertancap di dlm hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan pula kalian memperolok mereka, & jangan pula kalian menelusuri.mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, & barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah niscaya Allah akan mempermalukan dia meskipun dia berada di dlm rumahnya sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 & At-Tirmizi no. 2032)
Senin, 08 Juli 2013
tenanglah
.::Kaya Bukan Tanda Mulia, Miskin Bukan Tanda Hina,..Jadi, Tenanglah !::.
Ketahuilah bahwa kaya dan miskin bukanlah tanda orang itu mulia dan hina. Karena orang kafir saja Allah beri rizki, begitu pula dengan orang yang bermaksiat pun Allah beri rizki. Jadi rizki tidak dibatasi pada orang beriman saja. Itulah lathif-nya Allah (Maha Lembutnya Allah).
Sebagaimana dalam ayat disebutkan,
اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيزُ
“Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura: 19)
Sifat orang-orang yang tidak beriman adalah menjadikan tolak ukur kaya dan miskin sebagai ukuran mulia ataukah tidak.
Muslim.Or.Id
Ketahuilah bahwa kaya dan miskin bukanlah tanda orang itu mulia dan hina. Karena orang kafir saja Allah beri rizki, begitu pula dengan orang yang bermaksiat pun Allah beri rizki. Jadi rizki tidak dibatasi pada orang beriman saja. Itulah lathif-nya Allah (Maha Lembutnya Allah).
Sebagaimana dalam ayat disebutkan,
اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيزُ
“Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura: 19)
Sifat orang-orang yang tidak beriman adalah menjadikan tolak ukur kaya dan miskin sebagai ukuran mulia ataukah tidak.
Muslim.Or.Id
Rabu, 26 Juni 2013
# MENIT-MENIT DAN DETIK-DETIK TERAKHIR #
Nasihat terakhir al-Akh al-Faadhil al-Ustaadz Aneuk Ibnu Saini bin Muhammad Musa (25-04-1979 -- 25-06-2013) rahimahullah
Tema: Taat kepada Ulul Amri (Penguasa)
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعود بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد
Ikhwatal Islam, kaum muslimin, pendengar radio Rodja dan tv Rodja yang saya cintai karena Allah subhanahu wa ta'ala.
Kalau kita tanya kepada sebagian besar kaum muslimin, tentang apakah kita boleh untuk keluar ke jalan, mengadakan demonstrasi dan unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah muslim, pemerintah kaum muslimin yang sah di negeri kita ini? maka akan banyak dari saudara-saudara kita atau yang terbanyak dari kita kaum muslimin akan menjawab, iya, boleh, karena itu adalah hak kita sebagai rakyat untuk menuntut kepada pemimpinnya, ini yang mereka ucapkan. Tapi kaum muslimin sekalian, kalau kita mencari jawabannya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apa yang beliau ajarkan kepada kita di dalam Islam, justru akan kita dapati jawaban yang berbeda, di mana beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan:
Nasihat terakhir al-Akh al-Faadhil al-Ustaadz Aneuk Ibnu Saini bin Muhammad Musa (25-04-1979 -- 25-06-2013) rahimahullah
Tema: Taat kepada Ulul Amri (Penguasa)
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعود بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد
Ikhwatal Islam, kaum muslimin, pendengar radio Rodja dan tv Rodja yang saya cintai karena Allah subhanahu wa ta'ala.
Kalau kita tanya kepada sebagian besar kaum muslimin, tentang apakah kita boleh untuk keluar ke jalan, mengadakan demonstrasi dan unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah muslim, pemerintah kaum muslimin yang sah di negeri kita ini? maka akan banyak dari saudara-saudara kita atau yang terbanyak dari kita kaum muslimin akan menjawab, iya, boleh, karena itu adalah hak kita sebagai rakyat untuk menuntut kepada pemimpinnya, ini yang mereka ucapkan. Tapi kaum muslimin sekalian, kalau kita mencari jawabannya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apa yang beliau ajarkan kepada kita di dalam Islam, justru akan kita dapati jawaban yang berbeda, di mana beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan:
..bepergian ke negeri kufur..
Tidak diperbolehkan seseorang bepergian ke negeri kufur kecuali dengan tiga syarat, yaitu:
1. Memiliki ilmu yang dapat menolak syubhat-syubhat mereka, karena orang-orang kafir selalu melontarkan kepada kaum muslimin syubhat-syubhat seputar agama, Rasul dan akhlak mereka dalam setiap kesempatan agar seseorang itu tetap ragu dan bimbang (tentang Islam).
Tidak diperbolehkan seseorang bepergian ke negeri kufur kecuali dengan tiga syarat, yaitu:
1. Memiliki ilmu yang dapat menolak syubhat-syubhat mereka, karena orang-orang kafir selalu melontarkan kepada kaum muslimin syubhat-syubhat seputar agama, Rasul dan akhlak mereka dalam setiap kesempatan agar seseorang itu tetap ragu dan bimbang (tentang Islam).
.::Syair & Nanah::.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Dan penya'ir-penya'ir itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya)?” (Asy-Syu'araa: 224-226).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu a’nhu. berkata,
"Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 'Lebih baik dada seseorang dipenuhi nanah hingga menyesakkan paru- parunya daripada dipenuhi sya'ir’." (HR Bukhari [6155] dan Muslim [2257]).
sumber: Larangan Berlebihan Menggemari Sya'ir Hingga Memalingkannya Dari Ilmu dan Al-Qur'an*
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Dan penya'ir-penya'ir itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya)?” (Asy-Syu'araa: 224-226).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu a’nhu. berkata,
"Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 'Lebih baik dada seseorang dipenuhi nanah hingga menyesakkan paru- parunya daripada dipenuhi sya'ir’." (HR Bukhari [6155] dan Muslim [2257]).
sumber: Larangan Berlebihan Menggemari Sya'ir Hingga Memalingkannya Dari Ilmu dan Al-Qur'an*
3 Wasiat Agung dari Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam
Dari Abu Dzar rodhiyallaahu 'anhu , ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allaah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.”
(HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)
Dari Abu Dzar rodhiyallaahu 'anhu , ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allaah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.”
(HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)
Langganan:
Postingan (Atom)